Entri Populer

Selasa, 28 Februari 2012

Hikmah di Balik Musibah Pasaman/ Catatan Muslim Kasim (Wagub Sumbar)


Bila Tuhan berkehendak, tak ada yang tak mungkin. Tak akan terjadi sesuatu tanpa ridho dan restuNya. Untuk itu, tak usah takut tak usah gentar, Tuhan Allah bersama kita. senyampangpun negeri kita yang elok ini ternyata adalah negeri dalam kumpulan potensi bencana, hal demikian itu tak perlu kita cemaskan benar. Yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan diri menghadapi kejadian seburuk apapun juga. Saat itu, kearifan lokal, dan buadaya siaga bencana harus kita tanamkan dalam kehidupan sosial masyarakat kita. Usah bencana mengundang gelisah. Usah bencana membuat langkah kita dalam menata kehidupan ini menjadi tertatih-tatih. Pada tiap apa yang terjadi, pasti ada hikmah di balik sana.

Kita mengetahui bahwa lebih dari 75 % negeri di Sumatera Barat terhampar di punggung, dan di kaki bukit barisan. Berada di posisi ini, longsor mengancam kita. Lalu, di negeri kita yang mempesona ini melintang sungai-sungai besar dari berbagai hulu di atas bukit barisan. Membujurnya sungai, tak bisa dilepaskan ancaman banjir menjadi potensi yang dapat mengancam kita kapan saja. Kemudian, di Barat, Samudera membentang luas. Laut biru, sunset yang indah, dan nun jauh di dasar lautan itu tergaris patahan bumi yang mengancam negeri kita bergoyang dalam bencana gempa. Tidak di laut, tidak di gunung, tidak di dataran luas, di mana-mana bencana bisa saja terjadi. Bila tak longsor, gempa.Bila tak gempa, puting beliung menyabung mengirimkan kabar-kabar duka.

Sekali lagi, itu tak perlu kita risaukan. bagaimanapun juga, persoalan terberat dari manusia adalah kematian. Siap tidak siap, kita harus mati. Sementangpun begitu, negeri kita yang disebut-sebut sebagai etalase bencana, harus kita siapkan sebagai negeri yang rakyatnya senantiasa waspada dari segala ancaman dan marabahaya dari amuk alam yang tiada terkira. Siaga bencana mesti kita tanamkan sejak dini. Dari anak-anak, dari usia dini itu, sudah kita berikan pendidikan atau pengetahuan tentang kebencanaan. Dan kita siapkan ketangguhan mental mereka dalam menghadapi setiap detik kemungkinan bencana yang bisa saja menimpa.
           belajar kita sampai ke negeri Sakura. Negeri jepang adalah negeri yang sangat akrab dengan bencana gempa. Sejak usia dini, Jepang menyiapkan mental anak generasinya dalam menghadapi bencana gempa. Kabar potensi bencana, kepada anak-anak kita, kita sampaikan sebagai bahan pengetahuan bagi mereka, bukan sebagai kabar yang menakutkan hati mereka. Kita khawatir, jika "pendidikan dan pengetahuan" kebencanaan tidak kita lakukan sejak dini, maka apa yanbg kita cemaskan---yakni negeri ini akan melahirkan generasi muda yang penggamang dalam kehidupan dan hilangnya rasa kepercayaan diri yang berlebihan. sehingga, mereka juga sekaligus kehilangan karakter. Bila ini terjadi, alamat betapa gelapnya Sumatera Barat puluhan tahun ke depan.

Rabu malam lalu itu, saya diberi kabar. Dalam dukanya, Pak Bupati Pasaman (Benny) memberi kabar isak pada saya tentang derita rakyatnya dalam bencana manakala air bah dari Bukit Ambacang mengirimkan petaka yang menimbun dan menghanyutkan rumah masyarakat Nagari Simpang kecamatan Simpang Alahan Mati ( Simpanti) Kabupaten Pasaman. " Air itu datang mendadak. Puluhan rumah masyarakat rusak berat, Bang (begitu benny menyapa saya). Sykur alhamdulillah, tak ada korban jiwa. Tapi, sawah ladang masyarakat porak poranda", begitu Benny memberi kabar pada saya. Bersama-sama dengan Pak Gubernur, kami melakukan instruksi ke berbagai pihak terkait untuk melakukan penanggulangan pasca bencana, biar beban masyarakat korban bencana menjadi ringan. Kita inginkan sebuah penanggulangan yang sistimatis dan terpadu dalam konsep "kaba baik baimbauan, kaba buruk bahambauan, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, sasakik kito sasanang, baban barek kito ringankan, aia mato jatuah kito hapuih jo raso, tangih indak ka mamakiak, sakik indak ka mangaluah'...begitulah, syukur alhamdulillah, mulai dari pemerintah propinsi hingga pemerintah kota dan kabupaten di Sumbar ikut turun membantu guna meringankan beban masyarakat. Sykur alhamdulillah, ternyata kebersamaan itu masih membudaya di tengah dinamika kehidupan yang makin keras dan tajam ini.

Minggu sehabis solat Subuh itu, sebelum menuju lokasi, sekali lagi saya berdoa kepada Tuhan, semoga masyarakat Simpang Pasaman itu diberi kesabaran, ketabahan dan keikhlasan. Dan, semoga kita dapat meringankan beban berat mereka yang sudah kehilangan harta benda, sawah ladang dan mata pencaharian. Saya selalu memesankan kepada masyarakat korban bencana , bahwa manakala kita kehilangan, pasti ada hikmah di balik itu semua. Bukankah harta Allah, milik Allah akan kembali kepada Allah. Dalam petaka menimpa, tak ada kata lain selain lafaz Innalillahi Wainnailaihi Roji'un. Dan pada sisi lain, harta benda boleh saja hilang, namun satu yang tidak boleh lenyap di dada, yakni iman!

Minggu siang, saya beserta beberapa pejabat propinsi terkait seperti Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar, Pak Yazid, Kepala Dinas Pertanian Jonny, Kepala Dinas Sosial Gaffar, Kepala Dinas PSDA Ali Musri dll sampai di lokasi bencana.

Inalillahi wainna ilaihi roji'un.
Indahnya gunung dari kejauhan, adalah terjemahan mata. Gunung, pasti berimba, bersemak belukar, berduri dan lain sbagainya. dan siapa sangka dari puncak Bukik Ambacang itu, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari nagari Simpang tersimpang "wabah" bencana. Dalam riwayat apapun jua, di atas bukit itu tak ada telaga. Tak ada. Tapi mengapa air mengucur dan meluncur begitu sangat banyaknya? Padahal, ulu sungai batang buluh yang meretas negeri itu tak berhulu dari atas bukit itu. Apakah itu karena kita terlalu acap "menyakiti" alam, dan ketika alam "muntah" kita terpekik?

Menyaksikan kecentangperenangan nagari Simpang, saya terhening dalam kalimat ilahi. Negeri hijau itu kini menjadi negeri dalam kubangan lumpur dan kayu-kayu gelondongan yang menua yang tercerabut dari urat akarnya. Dan sebagian tampak seperti kayu bekas dikerat-kerat.Ada apa pula ini?

Seorang lelaki, M Nasir namanya. Usianya sekitar 56 tahun. Ia korban yang nyaris hanyut. Lekaki ini bercerita pada saya...Bertutur itu lelaki pada saya, katanya sore itu ia usai melaksanakan solat ashar. Sudah solat, ia mengubak pinang. Nasir mendengar orang menjerit histeris. Orang heboh. " Aia...aia gadang...ondeh aia hoi!" begitu teriak orang panik di desa yang damai ini.

"Sebelumnya saya tidak cemas-cemas benar, Pak.Air datang dari sungai bergulung-gulung setinggi satu meter, itu adalah biasa bagi kami di sini", kata Nasir pada saya. Tampak bibirnya bergetar; " tapi, sekitar 15 menit atau 12 menit setelah lidah air pertama datang itu, saya melihat dan mendengar dari kejauhan bunyi gaung yang merindingkan. Ini yang membuat saya harus lari. Jarak rumah saya dariu sungai itu hanya beberapa meter. Saya teriak-teriak pada anak dan cucu supaya lekas mencari tempat tinggi. Dan saya ingat, kabau sadang tapauik. Saya kejar bantiang itu. Tak lama saya mengirik kerbau ke tempat yang lebih tinggi, air datang bagaikan tsunami yang cukup tinggi, berkisar atara 5 hingga enam meter.Dan saya melihat air menyapu ganas rumah-rumah penduduk yang sudah berlarian mencari tempat tinggi di gerimis yang mencucuk hati karena diiringi dengan pekik panik kami", tutur Nasir.

Saya mendengar Nasir, dan membayangkan betapa mencekamnya keadaan. Tapi, syukur alhamdulillah, korban jiwa tak ada. Dan itu berarti, kearifan alam masyarakat kita sangat baik. " Pak Nasir, sabar ya. tabah. Rumah runtuh dapat didirikan. Harta hilang dapat dicari. Yang penting Pak Nasir dan keluarga selamat. Nanti, bersama-sama kita kembali menata kehidupan masyarakat yang mau tak mau harus memulai kembali dari nol. Dan dengan semnagat dan iman, kita bangun kembali desa ini", kata saya pada Nasir dan beberapa korban bencana di sana.

Suatu ketika, saya melihat rumah yang atapnya sudah terkapar di tanah. Rumah itu bagaikan puing di tengah lumpur dan kayu-kayu besar. Ternyata rumah itu milik seorang ibu, Idah namanya.Usianya 52 tahun. Saya menyalami ibu Idah.Ibu bermuka sabak itu tampaknya masih trauma." Rusak jantung hati ini Pak bila teringat kembali musibah air bah itu", Idah membuka fakta pada saya.
     Katanya, kala itu ia terjebak dalam rumah. Orang sudah berteriak "aia...aia...hoi....lari-lari"
, namun ia telat. Ia telanjur dikurung air gadang. " Saya melihat, rumah saya sudah berdarak-darak dihantam air dan kayu gelondongan. Saya pijak jenjang, jenjang hanyut. Saya terus memanjat ke atas, air makin menjilat kaki saya. Dengan keyakinan untuk hidup, saya berhasil memanjat atap loteng. Di bawah saya lihat air dengan leluasa menerjang apa yang menghalang. Saya juga melihat, betapa ganasnya air yang datang menyambar. Saya menggigil ketakutan", ujar Idah yang sempat berhatah hingga satu jam air surut.

" Air susut, saya berteriak-teriak minta tolong.Semua menjadi gelap. Sampai habis suara saya, teriak makin saya ajan makin nkecil kedengarannya. Lalu kemudian, beberapa orang masyarakat menemukan saya sedang di atap. Mereka membopong saya. Mau mati rasanya badan. Biarlah harta benda hilang, tapi saya bersykur masih diberi Tuhan kehidupan. Tak ada barang yang dapat saya selamatkan, selain baju yang melekat di badan ini", tutur Idah.

Idah juga mengungkapkan kekecewaannya karena, ternyata ada orang yang tak menjadi korban, juga ---tanpa rasa malu---ikut menerima bantuan. " Mereka mendapat di atas derita kami", lirih Idah. Dalam pada itu, saya pesankan kepada "tim" supaya apapun bentuk bantuannya harus cepat dan tepat sasaran!

Melihat wajah-wajah sabak, wajah-wajah kehilangan, perasaan mana yang tahan akan pandangan begitu? Mau tidak mau, lingkungan Nagari Simpang menjadi rusak. Sungai mendangkal.tertimbun lumpur dan pepohonan. Sawah ladang dan irigasi centang perenang.Tidak berketentuan. Jalan bagaikan kertas cabik.Rongkas. Saya kembali instruksikan kepada Kepala PSDA Ali Musri supaya selekasnya dilakukan normalisasi sungai. Tampaknya Ali Musri ditantang untuk sigap.  Kepada dinas Pertanian, saya pintakan agar kembali menata ruang-ruang pertanian yang rusak itu. Syukur alhamdulillah, Jonny, kepala dinasnya cepat menanggapi dengan  melakukan pertemuan kilat dengan sejumlah kelompok tani dan jajaran pertanian kabupaten Pasaman. Begitu juga dengan Dinas Sosial, kepada Pak Gaffar, kadisnya, saya garis bawahi benar supaya distribusikan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran. Jangan sampai, bantuan salah alamat yang tak tiba pada yang seharusnya mendapat.

Saya beri apresiasi plus kepada Pak Bupati Benny yang tampaknya bekerja dengan sangat maksimal dan melakukan kordinasi dengan sangat baik dengan jajaran-jajaran terkait. Tampak benar kesungguhan Pak Bupati dalam meringankan beban rakyatnya yang sedang menimpa musibah. Adalah sebuah sikap yang sangat amanah dan bijaksana  manakala dalam derita, dalam gelisah, pemimpin senantiasa berada di tengah masyarakat dan tak meninggalkkan masyarakatnya dalam bancah bencana. Dan itu telah diulakukan Benny dengan selalu ada dan berada untuk masyarakatnya, baik dalam susah maupun dalam senang.

Soal jalan yang porak poranda, tentu kita bangun kembali. Kita berharap masyarakat Nagari Simpang lekas bangkit dari himpitan musibah. Dan sebuah musibah tak harus membuat kita patah atau rebah, tapi membuat kita tersadar untuk lekas bangkit dan berdiri dari segala keterpurukan. Dan, kita akan tetap dan selalu bersama masyarakat(MK)

Minggu, 26 Februari 2012

Wagub Muslim Kasim : Teruslah lakukan Evaluasi dalam Upaya Penanggulangan Bencana


Lakukan evaluasi terus  menerus, dalam mengambil langkah-langkah yang tepat sesuai dengan kondisi daerah, dalam penanggulangan bencana di Pasaman ini. Ini pesan Gubernur Sumbar yang disampaikan kepada kami.
Ini disampaikan Wakil Gubernur Muslim Kasim, saat memberikan sambutan pada kunjungan ke lokasi bencana Kecamatan Alahan Mati ( Simpati). Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Benni Utama, Wakil Bupati Dahnel, Kadis Kehutanan, Kadis Pertanian, Kadis Perkebunan, Kadis PSDA, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Sosial, Kadis Kesehatan, Ka. BPBD.
Lebih Jauh Muslim Kasim menyampaikan, himbauan pak Gubernur ini, agar tidak ada yang salah dalam pernanggulangan bencana. Kita amat bersyukur adanya kearifan local dimana, hingga sampai saat ini tidak ada korban jiwa.
Sesungguhnya kejadian di Pasaman ini lebih dahsyat dari pada Wasior. Namun masyarakat kita dapat mengatasinya dengan baik, sehingga dapat selamat dari terjangan galodo tersebut. Untuk itu kearifan local ini mesti terus kita pelihara dengan baik, sebagai ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, ujarnya
Muslim Kasim juga menyampaikan kunjungan yang dihadiri dengan Kadis Teknis ini merupakan keseriusan Pemprov Sumbar membantu penanggulangan bencana di Pasaman ini. Ada bantuan beras 5 ton selama seminggu, Namun secara umum kita patut memberikan apresiasi terhadap ketangapan Bupati dalam penanggulangan bencana didaerah ini.
Selain itu Penganggaran penanggulangan pangan 100 Juta. Irigasi kecil dari dinas pertanian,  dengan bibit padi 1,5 ton. Serta dari dinas social yang memberikan bantuan yang besifat selimut, peralatan dapur dan lain-lain. Bantuan tentu akan terus menerus mengalir, dahulukan kepentingan masyarakat, sehingga bantuan tersebut benar-benar bermanfaat dan membantu untuk kembali bangkit, hidup normal, katanya
Bupati Benni Utama dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan. kebencanaan ini memberikan sebuah perhatian, bahwa kearifan local telah dapat menyelamatkan masyarakat, sehingga sampai saat ini tidak ada korban jiwa.
Mudah-mudahan ini menjadi kekuatan bagi masyarakat kami untuk bangkit kembali menata hidupnya. Kami telah tetapkan masa tanggap darurat selama dua minggu, jika belum dapat dilakukan secara maksimal kita bias memperpanjang masa tanggap darurat. Semua ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
Kami atas nama masyarakat Pasaman menyampaikan ungkapan terima kasih atas semua perhatian dan bantuan yang dating dari berbagai pihak dilokasi bencana ini, mudah-mudah menjadi amalan yang baik bagi kita semua.
Wagub Muslim dan rombongan juga melakukan kunjungan kelapangan yang terparah, terkena dampak bencana galodo tersebut.
( HUmas Sumbar )

Kepala BNPB Pusat Kunjungi Pasca Kebakaran Kopas Plaza Padang

Padang (Sumbar)------Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat Syamsul Ma’arif melihat langsung pasca kebakaran Kopar Plaza Pasar Raya Kota Padang, Rabu (22/2). Kebakaran yang terjadi Senen (20/2) lalu yang mengkibatkan 35 petak toko musnah di lalap sijago merah dengan taksiran kerugian Rp.9 miliar.
Ikut mendampingi kunjungan tersebut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim, Walikota Padang Fauzi Bahar, Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah
Dikatakan Syamsul Ma’arif di sela-sela kunjungannya, kebakaran belum termasuk lingkup bencana ini musibah. Sebagai cerminan kebetulan BNPB juga membantu kerusakan pasar akibat gempa 2009 lalu . BNPB tidak menyampaikan bagaimana mengatasi kebakaran ini. Setingnya juga bagus mobilnya bisa masuk, selang air dapat maksimal bekerja dengan baik, tetapi kalau ada yang kekurangan masker tentu mestinya BNPB.
Tetapi Pasar Raya (inpres) yang di bantu sebelumnyan Insya Allah telah disaign lebih bagus dengan ahlinya bersama Pemko Kota padang. Tetapi pasar- pasar termasuk pasar tradisional secara marginalnya dapat kita ketahui cuman tentu jangan sampai menyimpan bahan kimia yang tidak terlindungi dengna baik , namun perlu juga pengecekan aliran listrik itupun memang ada usianya.
Ditegaskan, pedagang pasar juga perlu latihan karena bagaimanapun kebakaran itu sekali terbakar maka ludes semuanya dan bahkan kematian serta kerugian, tentu perlu penangganan yang terskema dengan baik menurut kebencaan, perlu upaya metigasi.
Apa ada bantuan BNPB untuk pedagang disampaikan Syamsul Ma’arif masih kita pikirkan. Masalah kebakaran rutin terjadi di mana mana, harapan kedepanya , disampaikan Kepala BNPB Pusat masalah kebakaran masih dibawah Kemendagri , BNPB belum punya dana khusus untuk musibah kebakaran
Menyingung akhir- akhir ini gunung merapi rawan terjadinya bencana, BNPB menghargai Pemerintah Daerah  sudah melakukan persiapan rencana kontigensi menghadapi bencana, kontigensi itu perlu bagaimana masyarakat dilatih menghadapi bencana kalau terjadi. Sehinga rencana kontigensi perlu diaktifkan menjadi rencana operasional. Ungkapnya. ( Relis Ro Humas Sbr )

REALOKASI BANGUNAN PUSKESMAS LADANG PANJANG PASAMAN DIRESMIKAN WAGUB

 
 
Hari kedua kunjungan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim di Pasaman melakukan penilauan ke beberapa lokasi pembangunan, ekonomi masyarakat dan sarana Nornaliasai dan Penguatan  Batang Sumpur. 

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi pembangunan SDM yang produktif social dan ekonomis.
 
Ini disampaikan Wakil Gubernur saat meresmikan pembangunan Puskemas Realokasi Ladang Panjang Kabupaten Pasaman, Kamis, sore (26/1). Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Benny Utama, Forkopinda Pasaman, Kadis Kesehatan Dr. Rosnini Syafitri, Kabiro Humas Surya Budhi,SH, Sekdakab Pasaman Drs. Syamsurizal,  utusan Kadis Perkebunan, Perternakan, Pertanian dan beberapa Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Pasaman.
Lebih jauh Muslim Kasim menyampaikan, Puskemas adalah unit teknis Kab/Ko yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagaian wilayah kecamatan. Puskesmas merupakan pusat penggerak berwasanan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Dibandingkan kabupaten lain Pasaman  memiliki sumberdaya yang memadai disektor kesehatan, seyogyanya dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan fungsi preventif, promotif,  bersifat social dan memberikan pelayanan yang terstandar  tanpa diskriminasi.
Berdasarkan data tahun 2011 ada beberapa permasalahan yang segera dituntaskan yakni, masih ada ibu melahirkan tidak pada tenaga kesehatan (15,7 %), imunisasi lengkap pada bayi masih rendah ( 79 %), akses jamban dan rumah sehat ( 58,17 %), prilaku hidup bersih, sehat bermasalah pada indicator merokok dalam rumah tangga masih tinggi (83,2 %), cuci tangan pakai sabun rendah (21,1%), makan sayur dan buah masih rendah (16,3 %).
 
Masalah kesehatan adalah masalah manusia dengan ruang fisik dan sosialnya. Menjaga agar sehat tidak selalu menjadi tanggungjawab mereka yang bergerak dibidang kesehatan akan tetapi juga menjadi kewajiban seluruh masyarakat, termasuk urusan lintas sektoral, ujarnya
Muslim Kasim juga menyampaikan, beberapa upaya yang telah dilaksanakanpemerintah disektor kesehatan antara lain, mendekatkan pelayanan kesehatan di nagari /desa, penyediaan jamkes Sumbar Sakato, memberikan dana BOK/ Jampersal, mengerakan nagari/desa siaga, mempersiapkan tenaga Puskesmas mampu menanggulangi bencana. Kedepan kita juga mencoba untuk mewujudkan Puskesmas ISO.
Meningkatnya sarana dan prasana Puskesmas Ladang Panjang diharapkan dapat memotivasi petugas Puskesmas untuk memberikan pelayanan yang optimal oleh Pemkab Pasaman kepada Puskesmas lainnya. Kita juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan Puskesmas ini dengan ikut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan masyarakat sehat mandiri dan berkeadilan, himbaunya.
Muslim Kasim disisi lain juga  menyampaikan apresiasi kemajuan dan keberhasilan pembangunan Pasaman dengan Bupati Benny Utama bersama masyarakatnya, baik dibidang reformasi biokrasi, pendidikan, ekonomi masyarakat, perkebunan, perikanan, dan program penyediaan air besih oleh PDAM Nagari Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari Pasaman.
Contoh upaya pengembangan usaha pengembangan ternak itik kelompok Tani Harapan Baru di Nagari Pauh Lubuk Sikaping. Yang mampu mengembankan itik pertelur 1.150 ekor itik dengan hanya bantuan pemerintah sebesar Rp. 137.300.000,- yang juga dibanrengi dengan usaha ikan lele, kebun coklat dan jeruk.
Kemudian pembangunan SMA RSBI, yang masih terbengkalai, kita ingin penyerahan segera agar sekolah ini dapat berfungsi dengan baik. Dan hal-hal penambahan pembangunan sarana dan prasarana segera saja dimasukan kepada pemprov. Sumbar dengan sharing dana APBD masing-masing, sesuai dengan tanggungjawab masing-masing, ujarnya
 
Muslim juga menyampaikan pujian terhadap program Pembangunan Berbasis Nagari ( P2BN) terhadap pengembangan Pasat Ladang Panjang. Yang merupakan keberhasilan pemkab dalam meningkatkan peran serta masyarakat memajukan pembangunan di daerah.
Untuk segera mengatifkan SPAM-PDAM, pengelolaan air bersih agar segera dapat dinikmati oleh masyarakat, amat diharapkan bantuan APBD Provinsi dan APBD Kab Pasama 2/3, yang sepertiganya merupakan swadaya masyarakat disekitanya. Kenapa mesti tunggu tahun 2013, jika bisa tahun 2012 ini kenapa tidak , tantangnya.
Bupati Benny Utama dalam sambutannya juga menyampaikan, pembangunan Pasaman saat ini akan terus digenjot dengan baik sesuai dengan visi pembangunan Pasaman 2010-2015. Kami dengan program Pembangunan Berbasi Nagari akan mampu mewujudkan pembangunan Pasaman lebih baik lagi dari waktu ke waktu.
Karena kami menyadari, tanpa ikut serta masyarakat dalam pembangunan, tidak akan membuah hasil yang baik dalam kesinambungan pembangunan di daerah ini. Proram pembanunan yang kita jlakukan juga mengaju pada menyukseskan program MDGS. Dan semua itu telah tertuang dalam RPJMD pemkab Pasaman, ungkapnya.
( Humas Sumbar )